Lokakarya Kajian dan Penyusunan SOP Aksi Antisipasi Banjir untuk Kelurahan di kota Makassar

 Lokakarya Kajian dan Penyusunan SOP Aksi Antisipasi Banjir untuk Kelurahan di kota Makassar

Makassar, [03 Oktober 2024] – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana banjir, Pemerintah Kota Makassar menggelar Lokakarya Kajian dan Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Aksi Antisipasi Banjir. Acara ini dilaksanakan di Ruang Rapat GB Lantai 2 Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, dihadiri oleh perwakilan dari empat kelurahan, yaitu Kelurahan Paccerakkang, Kelurahan Katimbang, Kelurahan Manggala, dan Kelurahan Tamangapa, serta berbagai stakeholder terkait.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Prof. Baharuddin, ST., M.Arch., Ph.D yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi non-pemerintah dalam menangani risiko banjir. “Dengan adanya SOP yang jelas, kita berharap dapat mempercepat dan mempermudah proses evakuasi dan penanganan ketika bencana terjadi,” ungkapnya.

Lokakarya ini juga diisi dengan sesi diskusi dan presentasi dari para ahli di bidang mitigasi bencana. Mereka membahas berbagai faktor penyebab banjir, teknik pemetaan risiko, serta langkah-langkah antisipasi yang dapat diimplementasikan di masing-masing kelurahan.

Peserta lokakarya berkesempatan untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam menghadapi banjir di wilayah mereka. Diskusi interaktif ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah konkret yang akan dituangkan dalam SOP.

Dalam sesi penutupan, Dr. Eng. Ir. Mukhsan Putra Hatta, ST., MT selaku Ketua Program Studi S2 Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin menegaskan pentingnya tindak lanjut dari lokakarya ini. “Kita perlu segera menyusun draft SOP dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar semua pihak memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam menghadapi bencana banjir,” tegasnya.

Lokakarya ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan sistem manajemen risiko bencana yang lebih baik di Kota Makassar, serta menciptakan ketahanan komunitas terhadap ancaman banjir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *